Hujan gerimis menjadi saksi pertemuanku denganmu. Saat itu aku masih malu-malu untuk berhubungan denganmu. Engkau yang ku anggap spesial karena mengubah kebiasaan lamaku menjadi ‘sesuatu’ yang lebih nyaman. Aku tak perlu repot-repot berkelana pergi ke warnet hanya untuk koneksi dunia maya. Dengan kehadiranmu, kehidupanku semakin berwarna. Yap! Aku jadi semakin rajin mengunjungi rumah blogku setiap hari. Setiap kesempatan aku bisa mengubah tampilannya sesuka hati. Hal yang penting lainnya adalah kebiasaan rutin menulisku mulai terasah lagi.
Aku bahagia karena perananmu yang mulia. Namun aku tak ingin terjebak oleh waktu yang sia-sia karena asyik berselancar ke dunia maya. Engkau mengingatkanku tentang waktu berharga itu. Saat periodemu habis, aku harus menyiapkan dana yang cukup untuk menopang kehidupanmu. Dengan demikian, aku semakin terampil dalam menyusun manajemen keuangan. Semula aku tak tahu bagaimana cara untuk membuatmu ‘hidup’ kembali. Kebetulan ada sahabatku yang memilikimu. Aku semakin tertolong berkat arahan petunjuknya. Jika merasa kesulitan, aku pergi ke gallery untuk membuatmu bertenaga lagi. Kemudian, aku berpikir alangkah praktisnya jika hanya mengisi pulsa lewat counter hape saja. ^_^
5 Januari 2012. Mungkin menjadi hari sejarah yang tak terlupakan. Betapa tidak? Kehadiranmu bertepatan dengan lahirnya nama pena Jepangku. Entahlah. Ada ide gila apa yang merasuk jiwaku untuk menggunakan nama pena kedua kalinya. Seperti kau tahu, sejak tahun 2007 nama bluepen sudah menjadi nama paten penaku. Karena kecintaanku kepada Jepang-lah yang membuatku terobsesi untuk menggunakan nama pena Asagi Enpisu. Itu pun aku ambil makna kata yang kebetulan saja sama dengan kata bluepen. Asagi [blue] Enpitsu [pencil]. Jadilah, nama pena itu melekat pada page facebook-ku. Sebulan berikutnya aku dirikan blog Asagi ini. Yap. Sekedar berbagi cerita saja. Jalinan blogku menjadi semakin luas. Aku menemukan lebih banyak orang-orang inspirasi dalam bumi ini.
Setahun itu pula menjadi rangkaian cerita yang tak terlupakan. Aku masih setia menggunakan jasamu. Meski sinyalmu kadang-kadang lelet saat hujan, ataupun aku terjebak dalam jaringan sibuk hingga sulit menemukan dunia mayaku. Ternyata semua itu tergantung dari jenis paket yang digunakan. Hihi. Ada harga ada kualitas sinyal rupanya. Namun aku tak terlalu penting memikirkannya. Setiap hari kerja di kantor ada fasilitas wi-fi, jadi aku sering berhubungan denganmu saat di rumah saja.
Terima kasih,
Setahun penuh cerita, modemku
An Maharani Bluepen
05 Januari 2013/ 23 Safar 1434 H




Hidupkan kesan sebagaimana kesan menghiasi hidupmu…
maksudnya apa, ik, dek Badi?
pake wepe lagi deh..
ciee.. kenapa kemarin nggak diikutin lomba sekaalian nih tulisan ?_?
*ups* jangan kaget An.. tulisanku rada kacau akhir2 ini ^_^
hihi..belum kepikiran untuk nulis ini, mbak.. ^_^
kacauu kenapa, mbak?
hihi, pake wordpress yah ukht?
asik ditempat kerja da wifinya bisa ngblog tyuss..
ceritanya jasa emang berguna coba saja dari pertemanan kita bisa menemukan sejuta kata seribu pesona dan seratus kerdipan takjub.
Aku senang mengenalmu agasi hehhee baru tau artinya
iyaa, annur..alhamdulillah…
senang juga berkenalan denganmu