“Setinggi-tingginya cita-citamu wahai kaum wanita, bercita-citalah untuk menjadi seorang Ibu, itulah cita-cita yang paling Mulia”
sukaa quotesnya..

The Lens of The Heart

mother and son

“Setinggi-tingginya cita-citamu wahai kaum wanita, bercita-citalah untuk menjadi seorang Ibu, itulah cita-cita yang paling Mulia”

Rangkaian kata diatas seolah membawa saya kembali merenungkan hakikat pribadi seorang wanita, bahwa wanita sejatinya kelak akan menjadi seorang ibu, mungkin tidak semua wanita merasakannya tentu atas kehendak Yang Maha Kuasa, tapi siapa sih yang tak ingin menjadi seorang ibu? Saya pikir SEMUA WANITA menginginkannya.

Tulisan ini berlanjut dari sebuah notes yang sempat saya posting dimedia Facebook yang berjudul “Perempuan Tangguh”. Terasa mak Jleb saat menggaris bawahi kalimat ini “Perempuan tangguh itu… berbahagia dengan kodratnya sebagai Ibu dan Istri. Ia bahagia tinggal di rumahnya, mengurus anak-anak, mendidik mereka, merapikan rumah yang tak pernah rapi-rapi, mengerjakan tugas rumah tangga yang seakan tak pernah ada habisnya. Berusaha mengatur waktu agar semua pekerjaan tuntas.. agar makanan siap terhidang tepat pada saatnya. Walau itu artinya harus bekerja 24 jam non stop . Dengan ikhlas, dan.. tanpa mengeluh. Lantas muncul…

View original post 523 more words

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s