Ibu yang baik, wanita paling berbahagia :D

Ibu yang baik, wanita paling berbahagia😀

Bulan Maret terbilang penuh inspirasi. Ada tiga seminar parenting yang mewarnai di bulan ketiga 2013 ini. Seminar parenting? Sekilas mendengarnya saja membuat penasaran di hati. Sebuah ilmu baru bagi saya selaku wanita yang ingin sekali menjadi seorang ibu. Teringat ma kata-kata quotes  menarik di blog teman (http://ermaynee.wordpress.com/2013/03/05/housewife-and-mother-in-training/) yang menyatakan “Setinggi-tingginya cita-citamu wahai kaum wanita, bercita-citalah untuk menjadi seorang Ibu, itulah cita-cita yang paling mulia.”

Kebetulan tanggal 9 Maret lalu, saya diajak mbak Nungma untuk mengikuti SP#1 (Seminar Parenting) yang pertama kali saya ikuti. Peringatan hari wanita internasional semakin berarti karena seluruh peserta seminar yang hadir adalah kaum hawa. Rupanya panitia An Nisa’ Udinus kali ini benar-benar pas mengangkat tema seminar yang berhubungan dengan peran wanita, “Preparing How to be a Good Mother.” Mereka mengundang dua narasumber utama, yakni Bunda Yayah Komariah (jauh-jauh datang dari Jakarta) serta Bunda Siti Maskufah (Ketua Salimah Kota Semarang). Kedua Bunda tersebut berbagi ilmunya selama pengalaman menjadi Ibu.

Narasumber utama; Bu Sri Maskufah (paling kiri), Bu Yayah Komariah (tengah)

Narasumber utama; Bu Sri Maskufah (paling kiri), Bu Yayah Komariah (tengah)

Wah, bagi yang belum nikah ataupun yang sudah nikah bisa memperdalam ilmunya di sini. Tak lupa saya mengajak temen dumay yang jadi dosen di kampus biru itu. Eh, ternyata dia juga mengajak temannya. Acara seminar-pun berlangsung sangat seru! Selain kopdar bareng ma temen dumay (dunia maya) saya-pun mencatat ilmu-ilmu baru seputar ibu. Persiapan atau perencanaan memang dibutuhkan agar implementasi berjalan sesuai apa yang dicita-citakan.

Sudah siapkah engkau menjadi seorang Ibu, diriku?😀

Tahukah, sobat. Rahim adalah tempat istimewa bagi setiap wanita. Di sana akan tumbuh sosok genenerasi yang akan kita curahkan kasih sayang sepanjang hayat. Dua jantung yang melekat dalam satu tubuh saat masa kehamilan. Kemudian melewati masa-masa sulit saat melahirkan. Yap, kata Ibu saya, perjuangan melahirkan sangat dekat dengan kematian. Perjuangan tak terhenti, untuk menjadikannya sebagai putra/i mulia. Begitu besar pengorbanan Ibu yang tak bisa dihargai emas permata.

Rasulullah beberapa kali memuji kehormatan seorang Ibu. Al ummu madrasatu Al ula, “Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya.” Sepakat, sobat? Masih ingat ketika pertama kali engkau belajar merangkak, berjalan, lalu berlari memeluk Ibumu. Atau pertama kali engkau mengucapkan lisan yang mengundang senyum bahagia orang tua. Kemudian engkau disekolahkan di tempat-tempat terbaik hingga mengenyam di dunia kerja saat ini. Aih, kasih sayang seorang Ibu memang tak bisa dilukiskan kata-kata. Bahkan, kunci untuk meraih syurga terletak padanya. Maka, berhati-hatilah jika murkanya datang kepada kita. Penampilan drama dari adik-adik SMP Harapan Bunda mengawali seminar pada pagi itu.🙂

penampilan adik-adik  SMP Harapan Bunda

penampilan adik-adik SMP Harapan Bunda

Impian menjadi Ibu

Menjadi Ibu. Bagi kita adalah mimpi-mimpi yang dilatih dengan kerinduan, cinta, dan asahan rasa. Seruak cinta itu adalah fitrah paling indah yang dikaruniakan Alloh. Mulia cukup dengan telapak kaki perjuangan. Karena tak ada seorang pria-pun, memiliki kedudukan ini; surga di telapak kaki ibu. Tak satu pria-pun. [Baarakallaahu Laka, hal.518]

Saat kita memutuskan untuk menikah, maka sudah sewajarnya kita siap untuk menjadi peran sebagai isteri dan ibu bagi anak-anak kita kelak. Dalam materi pertama, Bunda Yayah, sahabat dari Bunda Yoyoh Yusroh ini menuturkan ada lima bekal yang perlu dipersiapkan —–> Persiapan Rukhiyah, ‘Aqliyah, Mental, Keterampilan, dan Jasmani.

*)Persiapan Rukhiyah; – Ibadah yang benar – Akhlaqul Kharimah – Mengerti Fiqih Wanita.

Saat kita menjadi seorang Ibu, maka ketika mengetahui anak haid, kita harus memberikan penjelasan kepadanya tentang hakikat wanita dewasa. Seorang Ibu perlu perhatian kepada putrinya yang menginjak dewasa. Pahamkan bahwa organ-organ wanita tak boleh dipegang sembarangan, harus dijaga sebaik mungkin. Ibu yang baik juga mengerti tentang Fiqh wanita (tata cara mandi wajib, serta pentingnya akhlaqul kharimah)

*)Persiapan ‘Aqliyah; -Banyak membaca – Mengikuti seminar parenting – Mempelajari psikologi Anak

Kali ini harus bilang wooow, deh, untuk peran Ibu. Semuanya harus dilandasi dengan ilmu. Begitu pentingnya pengetahuan Ibu tentang fase-fase kehamilan (nutrisi apa saja yang dibutuhkan), persiapan tentang fase kelahiran (prematur/normal/kembar) serta inisiasi menyusui ASI. Ibu Yayah menceritakan pengalaman menjadi ibu dari lima anak yang dilahirkan secara normal, kembar ataupun prematur. Jarak di antara anaknya sangat dekat, yakni sekitar setahun. Diperlukan kesabaran yang ekstra dalam mendidik mereka agar menjadi sholeh/sholehah. Kebetulan Ibu Yayah turut berperan menjadi pendidik anak di sebuah institusi Jakarta.

*)Persiapan Mental; -Seni mengelola emosi – Sabar, tegar, dan tahan banting

Dalam proses mendidik anak, pasti muncul permasalahan. Jika merasa bersalah, maka orang tua harus berani meminta maaf di hadapan anak-anaknya. Tak sekedar memperingati atau memberikan penjelasan yang bertubi-tubi. Gunakan bahasa komunikasi tanpa dilandasi dengan emosi. Anak-anak akan cenderung memahami dan merasa diperhatikan.

*)Persiapan Keterampilan; –Manajemen Waktu – Keterampilan RT – Manajemen Keuangan

Sesibuk apapun seorang Ibu, sudah semestinya meluangkan waktu untuk putra/i-nya. Menemani mereka belajar/ berkreasi/ berolahraga/ aktivitas bermanfaat lainnya. Seorang Ibu juga perlu terampil dalam mengelola keuangan keluarga agar prioritas kebutuhan bisa terpenuhi.

*)Persiapan Jasmani; Pola hidup sehat – Olahraga rutin – Makanan sehat

Rohani yang baik tanpa dilandasi jasmani yang sehat akan terasa sia-sia. Oleh sebab itu, Ibu juga perlu menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat dengan mengajak partisipasi anak-anak, berolahraga rutin bersama mereka serta menyediakan hidangan terbaik (makanan yang sehat dan menarik).

Di akhir materi, Ibu yayah memberikan statement yang menarik soal motivasi menjadi Ibu, “Kenapa sih saya capek-capek menjadi Ibu? Karena hal ini yang mengantarkan saya ke jalan Syurga.”

Ilmu tentang Pernikahan

Materi ini disampaikan oleh Ibu Sri Maskufah. Beliau mengingatkan kembali tentang Fiqh Nikah. Semuanya juga dilandasi ilmu. Kenapa harus ilmu? Karena pendengaran, penglihatan, dan hati akan diminta pertanggungjawaban.

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani semua itu akan diminta pertanggungjawaban.” [QS Al Isra’: 36]

Ibu Sri menjelaskan inti pokok tentang Fiqh Nikah. Ada tiga pilar utama yang melandasi Fiqh Nikah. Info menarik buat jomblo/ jomblowati.

1)Perkawinan merupakan fitroh

“Barang siapa yang dimudahkan untuk menikah, lalu ia tidak menikah, maka tidaklah ia termasuk golonganku.” [HR Thabrani Baihaqi].

Lalu, bagaimana jika seorang wanita sudah siap namun jodohnya belum datang? Ustadzah Ufah memberikan motivasi untuk senantiasa berbaik sangka dan pantang berputus asa dalam bermunajat kepada-Nya.

Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”[QS Al Gafir/Mukminun: 60]

Berpuasa juga menjadi salah satu perisai untuk mengendalikan hawa nafsu ketika belum mampu untuk menikah. Perlu adanya kesabaran dalam ikhtiar penantian.

2)Perkawinan merupakan masalah sosial

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kamu pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia jadikan di antara rasa kasih sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Alloh) bagi kaum yang berpikir. [QS Ar Rum: 26]

Tujuan menikah menurut QS 30 tersebut antara lain;

a)     memelihara kelangsungan jenis manusia

b)     memelihara keturunan

c)      memperoleh ketenteraman

Selain itu, tujuan menikah adalah untuk menjaga keselamatan masyarakat dari penyakit moral. Seperti kita ketahui bahwa keluarga adalah unit terkecil dari kehidupan bangsa. Jika muncul rumpun keluarga yang baik, maka akan terbentuk bangsa yang baik moralnya.

3)Perkawinan merupakan cara memilih

“Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki-lelaki yang baik, dan lelaki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik. [QS An Nuur : 26]

*Melihat potongan QS 26 tersebut di stiker seminar, menjadi pengingat bagi diri yang belum menikah :”)

ISLAM telah mengajarkan hukum dan dasar memilih pasangan berdasarkan akhlaknya. Sebagai kuncinya, tak bosan-bosannya memperbaiki diri untuk memperoleh pasangan yang baik. Jika pada kenyataannya tidak memperoleh pasangan yang baik (jauh dari harapan) maka pasti ada hikmah yang terselip di dalamnya.

Sebagai penutup, ada sebait do’a “Mengharapkan Kasih Sayang Alloh” yang dilantunkan oleh Ibu Sri Maskufah. Do’a tersebut kemudian dihafalkan bersama seluruh para peserta seminar. Mari, kita ucapkan bersama..

Bismillahirrahmannirrahiim..

Rabbanaa aamannaa faghfir lanaa warhamnaa wa-anta khayrurraahimiin.

[QS 23: 109] “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.

Tak cukup sampai di sini, tetap semangat mencari ilmu lewat media apa saja. Semoga mendapatkan keberkahan ilmu lainnya di seminar parenting yang akan datang. Oh ya, ilmu tentang parenting ini tidak sekedar bermanfaat untuk para calon ibu saja, tetapi juga calon bapak😉

An Maharani Bluepen

*13Mar13

Afwan, baru ditulis reportasenya.. Semoga bermanfaat ^_^

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

4 responses »

  1. puspitt says:

    Saya juga pernah ikut acara seminar tentang pernikahan beberapa tahun yang lalu🙂

  2. aamiin yaa rahiim.. kabar-kabar kalo mau nikah, yah..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s