SURPRISE!

Satu kata pelengkap untuk kata di atas adalah HAMDALAH. Terkejut sekaligus beryukur atas nikmat yang diperoleh hari ini. Dua surat berdatangan sekaligus. Datangnya jauuuh dari luar pulau, sampai lintas negara. Aih, berjuta rasanya, deh. Deg-degan selama masa penantian, terharu sekaligus tersenyum saat membacanya.

Yap!

Senyuummm -D

Today, An mendapatkan surat lagi dari anak-anak Waya. Satu pertanyaan yang terlintas di kepala, “Hai, An! Apakah kau masih tinggal di Indonesia?” Saat engkau melihat sekelompok anak bermain dengan kepolosannya, engkau terpikat seakan-akan berada bersama mereka. Yap! Seperti komedi putar yang menarikku ke alam nyata.. Langit-Nya. Laut-Nya. Hutan bakau-Nya. Pantai-Nya. Terumbu karang-Nya. Seluruh keindahan panorama yang Alloh lukiskan. Seluruh keceriaan anak-anak Waya yang membuatku ikut bergetar. Dunia ikut tersenyum bersama mereka. Lagi-lagi mataku berair saat membaca tulisan mereka satu-per satu. Mereka mau membalas surat dari adik-adik di Semarang usai menonton video yang ku berikan. Kali ini mereka memberikan video balasan atas sepotong kehidupan mereka di sana. Permainan tradisional yang masih lestari (kukute, lompat tali, berabe). Hobi anak-anak pantai yang khas (berenang di sungai dan laut, memancing, lalu membakar ikan). Logat mereka yang lucu dan malu-malu. dan semangat cita-cita mereka yang luar biasaa. Aada yang bilang mau jadi sarjana, polwan, guru, dsb. Semangat belajar mereka juga tinggi, bahkan saat ini ada yang persiapan olimpiade. Kereen.. Anak-anak Waya memang juara. Terima kasih atas kiriman surat dan videonya, engku Panca ^_^.

surat dari Waya

surat dari Waya

Surat kedua datang jauuh dari Taipei. Bermula dari obrolan ringan di YM tentang korespondensi kemudian keinginan untuk merajut hobi itu kembali.  An beruntung bisa mengenal lebih dekat mbak Chiku, sahabat dunia maya yang belum pernah bertatapan muka. Tak kukira beliau mengirim surat duluan (28 Februari 2013). Padahal, An baru aja mengirimkan surat untuknya sehari lalu. Eh, suratnya datang di hari ini (19 Maret 2013). Alhamdulillah, senangnyaa.. Ohya, mbak Chiku mengirimkan kartu pos yang bergambarkan Winter Sunrise di Sun Moon Lake Taiwan. Masya Alloh.. Viewnya apiik banget. *Berbayang-bayang pergi ke luar negeri, trus mampir ke Taiwan menengok danau indah ini. pasti bakalan seruu. Sekali lagi, maturnuwun sanget seratnya, nggih, mbak Chiku. Peluuk dari jauuuh..😀

post card mbak Chiku

post card mbak Chiku

Winter Sunrise

Winter Sunrise

Alhamdulillah, hari ini menerima dua surat sekaliguus… ありがとうございます, mbak chiku Retno Widyastuti dan engku Panca Dias Purnomo ^_^ senaang rasanyaa..

[Status fb, 190313]

Seusai An menampilkan status itu di beranda, ada yang berkomentar soal korespondensi.

D: Mbk d sni gak ada krtas surat terus kmrin tak krm pke krtas biasa aja

Sedih ketika ku bertanya pada seorang pelajar yg ada d toko buku saat itu
“Dik, tau tak rak kertas surat,” tanyaku pada sosok pelajar itu
“Akak sekarang da tak pakai kertas surat lg sekarang da pakai Face book ja” jawabnya.

A: miriis sekalii, Dewie DeAn.. itu kisah nyata, tuh? pelajarnya termakan teknologi,yaa..hu’um ndak apa, say.. yang penting isinya nyampai ke hati mereka..

Kira-kira responku demikian. Hyum, kebiasaan korespodensi sekarang mulai banyak yang meninggalkan. Tapi tahukah, kawan, bahwa dari kebiasaan ini lahirlah sebuah pesan yang bernama SMS [Short Message Service] yang bisa dikirim lewat ponsel secara praktis dan cepat? Yap. Teknologi memang memudahkan segalanya. Tetapi tidak semuanya menciptakan kenyamanan dan kepuasan. Ada sisi kebahagiaan tersendiri saat menerima korespondensi (surat) dari sahabat pena yang terpisah oleh jarak dan waktu. Oleh karena itu, kebiasaan korespondensi masih lestari hingga kini.

Tak lupa sekeranjang ucapan terima kasih kepada Pak Pos yang telah mengantarkan surat hingga di tangan kami. Meski kita tak pernah bertatap muka, An do’akan semoga profesi Bapak ini menjadi ladang amal tak terhingga. Karena jasa Bapak, orang-orang bisa menikmati komunikasi jarak jauuh lewat korespondensi.

Letter have been sent (16/03)

Letter have been sent (16/03)

Thank's Postman

Thank’s Pak Pos

#Menanti pula surat An yang masih dalam proses pengiriman -Taipei-Majene-Banjarbaru;)

An Maharani Bluepen

13年03月19日

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s