Setiap tgl. 23 bulan Hijriah pasti terdapat peristiwa yang membuatku berpikir dan berpikir. Untaian kejadian yang dialami dari orang lain, bisa menjadi pelajaran bagi diri sendiri. Pagi-pagi sudah mendapatkan kabar kecelakaan dari rekan kerja di Jakarta. Kemudian disusul siangnya, ada pegawai Dinkes yang sedang koma (masa kritis) menghadapi meningitisnya yang sudah parah. Seusai mengikuti ceramah dzuhur (tausiyah terakhir Ramadhan 1434 H di Dinkes), sang Ustadz memimpin do’a untuk kesembuhan beliau. Beberapa menit selanjutnya, tersiar kabar bahwa beliau sudah diambil oleh Sang Maha Kuasa.

Innalillahi wa inna ilaihi ra’jiun…

doc. An : Do'a untuk Kesehatan

doc. An : Do’a untuk Kesehatan

Lagi-lagi berita lelayu terjadi di minggu-minggu Ramadhan ini. Aku jadi semakin merinding saat mengetahui berita duka lainnya.. Temen kuliah satu peminatan sedang dirawat untuk operasi pasca kecelakaan untuk keenam kalinya! Aku membaca berita lewat tag-in post yang dihubungkan melalui email. Aku memang belum kenal dekat dengan temanku tersebut, namun hati nuraniku terketuk untuk menjenguknya sore itu juga di RSUP dr. Kariadi, Semarang.

Apakah kau tahu,

semakin kita tahu apa itu makna

derita, bahagia, tangis, atau tawa

Dalam lubuk hati terus bertanya,

apakah hidup yang dijalani baik-baik saja

atau terasa sia-sia karena sering melupakan nikmat-Nya?

Semula aku memang berencana untuk mampir ke masjid Asy-Syifa untuk merasakan suasana berbuka di sana. Selama di Semarang, aku belum pernah untuk berkeliling buka/ terawih di masjid RSUP dr. Kariadi tersebut. Namun Allah memberikan skenario yang membuatku jauuuuuh lebih bersyukur. Aku menemui teman lama yang sedang terbaring sakit pasca operasi kulit. Dia habis mengalami kecelakaan yang cukup parah di paha sebelah kiri sehingga menimbulkan luka dalam yang serius. Ibunya terlihat cukup tegar menghadapi musibah yang dihadapi putrinya. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, temenku tentunya memiliki amanah menjaga ibu dan adiknya selepas ayahnya tiada. Namun, kini ujian sedang menyapanya.

Sudah sebulan temenku dirawat di ruang merak, lantai 2 no.12 itu. Kecelakaan itu bermula dari rencana temenku unuk mengikuti jobfair di kampus Udinus (29/06). Dia ingin mencari bidang perkerjaan yang lebih sesuai dengan ilmu perkuliahan. Tak disangka, perjalanannya dari Kudus – Semarang, ia mengalami kecelakaan tunggal di daerah Sayung, Demak. Aku jadi ingat  bahwa kami dulu pernah KKN dalam satu Kecamatan di Sayung. Siapa yang menduga, jika dirinya mengalami kecelakaan cukup parah di jalan besar Sayung-Demak tersebut.

Inilah catatan takdir yang unik. Aku tak bisa bertanya lebih banyak karena aku tahu pasti dia berat melalui semua cobaan ini. Enam kali operasi kulit bukanlah perkara yang sepele. Aku tak bisa membayangkan, bagaimana sakitnya saat kulit tersobek, kemudian dijahit berulang-ulang, serta diambil dari lapisan kulit lain untuk menutupi luka kulit yang dalam? Saat kondisi seperti itu, ia mengajarkanku tentang arti KESABARAN: Ia mengembangkan senyum untuk menyatakan dirinya masih bersemangat dalam menghadapi ujian.

“Do’ain biar aku lulus dalam ujian ini, ya, An! Jangan lupa, do’akan kesembuhanku dalam setiap shalatmu…”

Aku menahan tangis saat membaca QS Ar Rahman di hadapannya saat selepas ia shalat Ashar. Aku ga tahu harus menghibur dengan cara apa. Aku harap ia menemukan ketenangan lewat bacaanku yang masih jauuh dari sempurna. Tak lama kemudian terdengar suara adzan Maghrib, menandakan waktu berbuka puasa. Aku dan Ibu temenku berbuka bersama. Inilah pertama kalinya aku berbuka di RS. Alhamdulillah, banyak pelajaran kesyukuran yang kudapat.

Sehabis pulang terawih dan witir di masjid Asy Syifa (belakang masjid kini sudah berdiri megah paviliun Garuda yang baru!), aku penasaran untuk mencari ayat-ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang lapisan kulit. Semalaman belum beruntung mendapatkan, akhirnya baru malam ini aku menemukannya lewat bantuan mesin searching Mbah Google. ^_^

Infonya sangat menarik… Silakan dicatat ayatnya untuk menambah khasanah, serta mempertebal keyakinan kita terhadap mukjizat Al Qur’an!

4:56

4:56
Sahih International

Indeed, those who disbelieve in Our verses – We will drive them into a Fire. Every time their skins are roasted through We will replace them with other skins so they may taste the punishment. Indeed, Allah is ever Exalted in Might and Wise.

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. —http://quran.com/4/56
LAPISAN KULIT MANUSIA
Kulit manusia terdiri dari beberapa lapisan, Allah disediakan setiap lapisan dengan struktur tertentu yang membantu dalam melindungi manusia dan sensasi panas dan kesejukan. Jadi lapisan bawah kulit mengandung saraf, darah lewat di dalamnya dan bertanggung jawab dari rasa sakit dan sensasi panas. Pada hari kebangkitan, Allah akan menyiksa orang-orang kafir dan membakar kulit mereka maka ia akan menciptakan bagi mereka kulit baru untuk melanjutkan hukuman.
Para Ilmuwan mengatakan bahwa yang merasakan sakit pada tubuh hanyalah otak, namun hal ini telah ditentang oleh penemuan baru oleh seorang ahli farmakologi Thailand Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand. Baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam. Masya Allah.. Maha Benar Allah atas segala firman-Nya..

An Maharani Bluepen

21 – 26 Ramadhan 1434 H

Ramadhan Penuh Cinta,

setiap hari ada cinta di dalamnya…

Jejak sebelumnya:

Catatan Takdir Kita Part 1 [link]

Catatan Takdir Kita Part 2 [link]

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s