Manusia itu sifatnya mudah alfa. Kadang taat, kadang pula kufur nikmat. Bahkan, ada pula yang suka bermalas-malasan tanpa kerja keras di dalamnya. Saya menyadari, bahwa di dalam diri saya perlu ada ‘Alarm SEMANGAT’ saat kapasitas SEMANGAT mulai berada di titik terendah. Apa-apa yang dikerjakan menjadi tak berdaya. Maka dari itu, saya mencari pengganti daya yang hilang dari jiwa saya: SEMANGAT untuk bangkit dari KEMALASAN. Pernah meminta kata-kata tenaga dari para kawan yang selalu SEMANGAT dalam hidupnya. Ada yang merespon, ada pula yang belum memberikan jawaban. Ah, sebagai teman memang sebaiknya sebagai pengingat, kan? Namun, sesungguhnya SEMANGAT itu tak perlu dicari, kawan. SEMANGAT itu tumbuh dari di dalam jiwa kita sendiri. Mintalah kepada Allah, Sang Pemberi Semangat sejati. Hasilnya, saya berhasil menemukan kembali rasa SEMANGAT. Rasa MALAS perlahan-lahan mulai pergi.

Image

Sebelum pulang dari kantor, saya melihat tayangan di Trans7 yang mengisahkan perjuangan warga sebuah desa di Kab. Klaten. Mereka harus melewati jurang  ke desa lain dengan menggunakan seutas tali flying fox. Sudah tidak ada lagi penghubung (jembatan) antar dua desa karena kondisi jembatan rusak (rapuh). Berbekal rasa keberanian dan SEMANGAT, para warga rela menyeberang dengan membawa hasil pertanian. Padahal, jurang di bawah menganga lebar, dialiri arus sungai yang deras. Melihat hal tersebut, pintu hati saya terketuk. Pantaskah saya bermalas-malasan berkerja? Pantaskah saya mengeluh atas beban yang saya alami sekarang? Di luar jauh sana, masih banyak orang-orang yang kesulitan mencari sesuap nasi, sedangkan saya? Cukup naik kendaraan bermotor dua dari rumah ke kantor, perjalanan memakan waktu dua puluh menit. Berkerja mulai dari jam 8 sampai jam 5 sore. Rintangan juga cuma itu-itu saja; mengolah data, membuat profil, membuat laporan yang tak kunjung selesai. Ingin menangis? Rasanya tak pantas, yah. Apalagi menghindari semua deadline dengan bermalas-malasan!

Saat mengalami KEMALASAN, saya akan mengingat apa yang sudah saya tulis dan saran dari teman-teman sebagai berikut:

#1 Naek turun tangga: mengusir rasa malas😀 おはようございます

#2 Ingat qs ali imran ayat 8 : mengusir rasa malas @megaberbintang :D

3:8
Sahih International

[Who say], “Our Lord, let not our hearts deviate after You have guided us and grant us from Yourself mercy. Indeed, You are the Bestower.

(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”.

#3 Cek juga do’a al ma’tsurat penangkal rasa malas😀 @dyahs

اللهم إني أعوذ بك من الهمِّ والحزن وأعوذ بك من العجز والكسل، وأعوذ بك من الجبن والبخل، وأعوذ بك من غلبة الديْن وقهر الرجال
“Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal wa a’udzu bika minal jubni wal bukhli wa a’udzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal.”

—> ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari tekanan utang, dan kesewenang-wenangan orang.

#4 Bermalas-malasan itu sebagai ungkapan ketidaksyukuran kepada Allah. So, bersemangatlah!

Terima kasih buat para kawan yang sudah berbagi semangat dengan saya. Insya Allah, saya berusaha untuk tidak bermalas-malasan lagi ^_^

Yap, keep SEMANGAT Pagi

An Maharani Bluepen

22 Sept 2013

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s