بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Have a barokah on FRIDAY! Entah kenapa, selalu semangat saat Jum’at datang. Atau karena hari ini gajian? Hihi.. Alhamdulillah, dapat rezeki yang melimpah di hari ini. Selain nikmat sehat, nikmat kuat, nikmat semangat, dan tentunya nikmat kesempatan untuk menulis lagi. Rasanya jemari ini rindu sekali untuk menulis setiap hari. Tak cukup berhenti untuk membaca buku/ novel/ blogging ria menjelajah catatan satu ke lainnya. Ah, An akhirnya menemukan hobi yang menarik lainnya: menemukan blog inspirasi dari teman-teman blogger! Hampir tiap hari, jika ada waktu luang maka An gunakan kesempatan untuk mengurangi kebosanan berkerja dengan mampir ke blog tetangga. Catatan mereka cukup mengasyikkan. Timbul dari alam pikiran masing-masing dengan gaya bahasa yang berbeda tentunya.

Itukah blogmu?

An tak habis pikir, mengapa dunia maya yang terlihat semu dan tak terukur luasnya, An bisa menemukan teman-teman blogger di dunia nyata. Bulan lalu, sudah bertemu dengan teman WP, dek Sekar dan teman BP, teh Ai. Aih… Bulan ini kopdaran lagi dengan teman dunia maya lagi. Namanya bukan “Sahabat Maya” lagi  karena kami sudah bertemu di dunia nyata. Semula hanya janji iseng, An mau ketemuan dengannya sambil mbolang ke Jawa Timur. Serius, An belum pernah mbolang sejauh ini. Dan bulan ini, An dipertemukan oleh Allah dengan sosoknya yang sanguinis. Yap. An disambut dengan tatapan hangat dan penuh semangat. Dialah Mbak Dyah Sujiati.

Padang cadas yang tandus. Klik! Di sanalah, foto pertama Mbak Dyah terbentuk ^_^

Padang cadas yang tandus. Klik! Di sanalah, foto pertama Mbak Dyah terbentuk ^_^

Tepat di hadapan laut Jawa, kami bertemu dalam sekejap. Saat itu An memakai slayer, begitu pula dengan Mbak Dyah yang menggunakan slayer sambil mengendarai kendaraan. Tanggal 19 Oktober menjadi hari bersejarah buat kami. Hihi.. Kami sok romantis, yah. Pertama kali ketemu, langsung akrab menyapa. Seperti sudah dianggap menjadi saudari sendiri. Inilah manisnya ukhuwah Islamiyah.. Kau tak perlu meminta cinta dengan terpaksa, tapi kau akan menemukan cinta itu dengan sukarela.🙂

O.J.T

OJeTe. Bukan istilah untuk on the job training (pelatihan) istilah untuk pelatihan tenaga kesehatan. Hehehe. An sengaja untuk menuliskan sub-judul catatan perjalanan OJT dengan singkatan On the Jawa Timur. Sudah lama tak mampir/ lewat ke Jawa Timur. Terakhir kali melewati jalur darat ke provinsi ini sekitar tujuh tahun lalu, saat pariwisata ke Bali. Setiba An di Tuban, An langsung diajak berpetualang oleh Mbak Dyah ke bukit kapur dan padang cadas di daerah antah berantah. 

Oh ya, cerita sebelumnya, An menempuh perjalanan bus dari Terminal Terboyo – Terminal Lama Tuban sekitar 5 jam. Perjalanan panjang itu akan sangat membosankan tanpa kehadiran buku romantic terbaru Tasaro GK: Tetap Saja Ku Sebut (Dia) Cinta. Sepanjang perjalanan, mata An sembab karena terlalu mendalami isi kumcer. Hampir saja An dianggap orang gila oleh teman sebelah bus, karena menggerutu sendiri, atau tertawa saat melewati adegan lucu. Lama-lama mata semakin kunang-kunang karena terlalu lama membaca dan alarm perut berbunyi merdu. Hihi. Rupanya jam biologis mulai memanggil pada pukul satu siang. Sempat khawatir juga karena belum sampai tujuan. Namun demikian, Mbak Dyah selalu memantau keberadaan An hampir setiap jam dengan pertanyaan yang sama, “Sudah sampai mana, Mbak?” Haha. An jadi semakin diperhatikan.

Sesampai di Terminal Lama Tuban, An tak perlu menunggu lama karena ternyata Mbak Dyah sudah sampai di Tuban terlebih dahulu. Sempat-sempatnya dia mengisi penantian itu dengan menulis blog. Selanjutnya, An diberi amanah untuk mengendarai motornya. Rupanya ada alasan mengapa dia tak berkenan untuk membonceng An. Hehe.. An sih, sepakat saja meski belum menguasai daerah Tuban. Dia menjadi guide An dalam perjalanan. Pokoknya mengikuti arus ‘DIKIR’ (dikira-kira). Jangan malu bertanya kalau tak mau tersesat di jalan. Alhasil, setelah melewati pesisir, kami beranjak ke daerah atas yang berisikan padang cadas dan bukit kapur. Masya Allah…..

Sehabis menikmati pemandangan alam, kemudian kami menuju ke Bojonegoro. An pikir, tempat tinggal Mbak Dyah itu berada di Tuban! Eh, ternyata masih jauuuh lagi ke Bojonegoro. Lama perjalanan ke sana sekitar satu setengah jam. Hal itu dikarenakan kami mengelilingi padang cadas dan bukit kapur terlebih dahulu.. Sesampai di perbatasan Babat, Lamongan – Bojonegoro, An diajak makan sore di warung mie ayam Solo. Alhamdulillah, energi tubuh terisi lagi seusai menempuh perjalanan panjang.

 Sebetulnya tujuan utama perjalanan An ke Tuban – Bojonegoro bukan hanya menemui Mbak Dyah, tetapi memenuhi undangan walimahan dari rekan kantor yang mendapatkan jodoh di Gresik. An masih ingat kata-kata yang pernah An ucapkan ke Mbak Dyah. “Insya Allah, Mbak. Kalau kita berjodoh, pasti akan dipertemukan oleh Allah.” 

Alhamdulillah, An merasakan kekuatan dari kata-kata Insya Allah. Allah benar-benar memberikan kesempatan kepada An untuk bertemu dengannya. Pertama kali, An menjelajah blognya itu juga iseng dari penjelajahan blog orang lain. Aku akui tulisan Mbak Dyah itu unik. Ide ceritanya sederhana tapi kadang-kadang juga bisa gila. Hal yang ia tulis, pernah terlintas dalam pikiran An juga. Inilah tulisannya yang pertama kali An baca dan buat An merasa sreg. [http://dyahsujiati.wordpress.com/2013/07/10/show-all-pascanikah/] – reblogged 19 Juli 2013 – 

 

antara jodoh dan pertemuan :) semoga kita selalu bersahabat hingga dipertemukan di akhirat

antara jodoh dan pertemuan🙂 semoga kita selalu bersahabat hingga dipertemukan di akhirat (foto @tuban&gresik)

Seperti lingkaran bola salju, dari teman yang satu bisa mengenal teman yang lain. Dari Mbak Dyah, An bisa berkenalan dengan Pak Iwan, Mbak Wiwid, dan Mbak Ulfah Uswatun Hasanah. Mereka adalah blogger di WordPress yang aktif dan cukup ramah🙂

Alhamdulillah,

An Maharani Bluepen

25/10/2013

(masih berlanjut ke OJT lainnya…🙂

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

11 responses »

  1. Dyah Sujiati says:

    Perlulah kau beri keterangan poto yang dijepret olehku:mrgreen:😛

    Alhamdulillah ya dan semoga kita berjumpa lagi di ‘tempat yang terbaik nanti’

  2. Setelah terlanjur basah menikmati dunia menulis di blog.
    Ayo tingkatkan kualitas ukhuwah menjadi penulis bersama. Pasti seru deh🙂

  3. […] lalu, Oktober menjadi berkesan karena pertemuan dengan Ania. Apakah Oktober tahun akan ada yang berkesan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s