“Negara tidak menyediakan perkerjaan, tetapi negara meminta kita lunasi janji kemerdekaan @jadiPM.” [Aditya Prasetya]

aditya dalam kenangan, pict from IM

Aditya dalam kenangan, pict from IM

Seseorang yang belum An kenal, namun meninggalkan jejak hikmah yang luar biasa bagi siapapun juga. Quotes di atas adalah status kedua terakhir di tweet Aditya Prasetya, sebelum dia menghembuskan nafas terakhir di bumi Maluku Tenggara Barat (MTB). Pertama kali An mendengar kabar lelayu Aditya adalah sewaktu membaca retweet dari Anneke (@calliandraa), kemudian membaca link berita di portal IM (https://indonesiamengajar.org/kabar-terbaru/obituari-mengenang-aditya-prasetya-ia-yang-berpula).  Rasa penasaran menyelimuti An,  atas penyebab kematian Adit tersebut. Dalam link berita, tidak disebutkan penyebab Adit secara spesifik. Adit meninggal dengan tenang dalam tidurnya pada tanggal 1 Muharram 1435 H. Memori awal tahun hijriah yang tak akan terlupakan bagi teman-teman pengajar muda, khususnya angkatan VI.

An menelusuri berita kematian Adit dengan menanyakan teman-teman An yang ada di IM. Alhamdulillah, An mendapatkan informasi langsung dari Rinay (@rinaytyta) yang kebetulan dalam perjalanan dari Palembang ke Lampung untuk bertakziah pada malam itu juga. Jenazah Adit dipulangkan ke rumah duka di Lampung pada pukul 14.00 WIB. Jenazah baru dimakamkan pada keesokan harinya (06/11).

Ada rasa duka yang mendalam bagi Rinay, saat ia bercerita tentang Aditya, teman seangkatannya yang pernah berkelompok selama masa pelatihan intensif di IM. Adit, begitu panggilan akrabnya, dikenal sebagai sosok yang penuh semangat dan tak pernah keliatan mengeluh. Dari foto WA, An mengamati wajah Adit dengan seksama. Masya Allah, Bapak Guru ini ternyata memiliki semangat hidup yang tinggi. Beliau meninggal dalam masa pengabdian mengajar di MTB yang baru berjalan lima bulan. Saat itu Adit bersama teman-temannya sedang sibuk dalam acara pelatihan guru di Kabupaten. Meskipun Adit telah tiada, semangat hidupnya masih melekat di hati teman-temannya.

“Dia masih muda, dia masih punya cita-cita yang melangit. Tak mudah bagi keluarga dan sahabat yang mencintainya untuk melepaskan. Tapi, mungkin cinta Allah besar untuknya sehingga Allah memanggilnya lebih dahulu. Dalam tidur tenangnya, seakan kami melihat dia tersenyum, berada dalam kedamaian. Pesan yang tersirat darinya seakan terngiang, memotivasi kami untuk terus berlari mencapai cita-cita, melanjutkan pengabdian ini, ”  urai Umi Qodarsasi dalam blognya (https://indonesiamengajar.org/cerita-pm/umi-qodarsasi-2/pengabdian-sebagai-jalan-menuju-sang-maha-cinta)

wpid-IMG-20131106-WA0005.jpg

jenazah Aditya sebelum dimakamkan, pict from Rinay

 “Allahhummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu,”     artinya : “Yaa Allah ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan  dan ma’afkanlah dia“.

Do’a yang tak terputus untuk Aditya terus dilafalkan oleh orang tua, rekan-rekan, murid-murid, dan semua orang yang mengetahui kabar lelayu ini. Hati orang tua siapa yang tak pilu saat mengetahui putra tercintanya meninggal dunia. Namun demikian, sang Ibu terlihat kuat dan tegar saat menghadapi cobaan berat itu.

Deskripsi Rinay mengenai kondisi keluarga saat menerima berita kematian Aditya, mengingatkan An pada situasi yang tidak menyenangkan, yaitu masa-masa kehilangan orang yang dicintai. Tahun 2006, An kehilangan Mbah dan sepupu sekaligus. Mbah meninggal dalam kondisi sakit, sedangkan sepupu meninggal secara mendadak dalam kecelakaan tragis. Tahun 2010, An juga kehilangan nenek satu-satunya. Makam beliau berdampingan dengan makam Ayah di Garut. Sungguh tidak mudah bersikap tegar saat menghadapi kematian orang yang telah dicintai. Kematian ibarat kiamat kecil bagi manusia sebagai pengingat dan pelajaran yang baik.

Kematian sementara berubah menjadi kematian selamanya…

Berbicara mengenai kematian sementara (tidur), An jadi ingat dengan artikel yang pernah An tulis sebelumnya: ‘Kematian Sementara’ http://aniamaharani.blogspot.com/2013/02/f-24-kematian-sementara.html.

QS Az Zumar ayat 42: Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan [1]. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

[1]. Maksudnya: orang-orang yang mati itu rohnya ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya; dan orang-orang yang tidak mati hanya tidur saja, rohnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi.
sumber (link)

Setiap kejadian memang penuh hikmah, termasuk kematian dari Aditya Prasetya. Dari sini, An bisa belajar hikmah tentang makna kehidupan dan kematian sekaligus. Mengenai praduga kematian Aditya, telah An dapatkan dari Rinay tadi malam. Dari surat keterangan dokter, dinyatakan bahwa almarhum dicurigai serangan jantung secara mendadak alias (Sudden Cardiac Death). Ditilik dari riwayat kesehatan Adit, tidak ada yang berpenyakit yang berat. Namun ternyata Ayah Aditya memiliki sakit jantung, sehingga Adit berpotensi mendapatkan serangan jantung.

Serangan jantung mendadak/ Sudden Cardiac Death (SCD) adalah ketika terjadi kehilangan fungsi jantung mendadak dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi jantung. Namun, penyebab paling sering SCD adalah serangan mendadak irama jantung tidak normal (http://www.singhealth.com.sg/PatientCare/Overseas-Referral/bh/Conditions/Pages/Cardiac-Arrest-Sudden-Cardiac-Death.aspx

Betapa tidak, serangan jantung bisa merenggut nyawa seseorang secara tiba-tiba, tanpa terduga. Orang yang kelihatannya sehat karena tidak pernah mengeluhkan gejala penyakit apapun bisa mendadak meninggal akibat serangan jantung.

Gejala khas serangan jantung, antara lain:

  • Dada terasa sesak dan berat sehingga sangat sulit untuk bernafas
    Mungkin Anda pernah melihat sebuah iklan obat sakit asma di layar kaca, dimana terlihat seorang perempuan yang diilustrasikan sedang merasakan sesak nafas yang berat ibarat diikat oleh tali kuat dan kencang. Nah, seperti itulah rasanya sesak nafas orang yang terkena serangan jantung.
  • Mengeluarkan keringat, perut terasa mual, dan timbul perasaan cemas
    Kondisi tersebut muncul serta-merta berbarengan dengan sesaknya nafas sampai kesulitan saat bernafas.
  • Rasa sakit yang menjalar
    Leher terasa sakit, yang diikuti oleh rasa sakit pada lengan kiri dan rahang, di bagian belakang perut, dan juga terjadi pada salah satu bahu.
  • Denyut jantung berdegup kencang atau lebih cepat dari biasanya
    Di saat yang bersamaan, badan juga tiba-tiba merasa sangat lemas. Dan yang patut diperhatikan gejala-gejala berbahaya di atas bisa terjadi sekalipun Anda sedang beristirahat dalam arti tidak sedang melakukan aktifitas. Namun demikian, gejala di atas juga bisa muncul sehabis berolahraga, setelah menghabiskan menu makan besar, atau ketika sedang stres. (http://www.deherba.com/cara-membedakan-serangan-jantung-dengan-nyeri-dada-biasa.html#ixzz2k0UyAcoH)

Jumlah masyarakat Indonesia yang meninggal akibat serangan jantung mendadak mengalami peningkatan di tahun 2013. Bahkan kini serangan jantung mendadak tersebut dialami manusia usia 20-40 tahun. Menurut pakar Ilmu Kedokteran Olahraga Universitas Indonesia, dr. Ade Jeanne D. L Tobing, serangan jantung mendadak memiliki dasar faktor risiko sejak dini, faktor genetik, atau juga pola makan dan pola hidup (http://health.okezone.com/read/2013/04/23/482/796200/serangan-jantung-mendadak-bergeser-ke-usia-20-40-tahun)

Tujuh public figure yang mengalami serangan jantung mendadak antara lain: Benyamin Sueb, Basuki, Sophan Sophiaan, Mbah Surip, Ida Kusumah, Adjie Massaid, dan Michael Jackson (http://www.ceriwis.com/lounge/1017974-7-artis-yang-meninggal-mendadak.html)

Pikiran An mulai melayang ke Team Medical Dragon, tim kedokteran hebat di Jepang (Film Drama Fiksi) yang menangani puluhan jenis masalah penyakit jantung dengan sigap. Sang dokter utama (Asada Ryutaro) adalah sosok dokter yang tak pernah menyerah dalam mengobati pasiennya.

Semoga kita bisa terhindar dari penyakit jantung yang mematikan ini dengan selalu menjaga kesehatan. Yap! Keep SKS. Sehat, Kuat, dan Semangat.

An Maharani Bluepen

08 November 2013

awal mula cerita: https://asagienpitsu.wordpress.com/2013/11/05/awal-dan-akhir/

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

5 responses »

  1. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un.
    Allahhummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu

  2. Serem ya kena SCD … harus sering-sering istighfar nih, biar selalu dalam kondisi siap menemui-Nya.

    • Iya, Pak. Ternyata kasus SCD semakin meningkat setiap tahun. Kesehatan adalah sebuah nikmat yang sering dilupakan saat badan sehat, ya, Pak. Paling sering nginget nikmat sehat saat sedang sakit. Semoga tak terlambat, menjaga kesehatan sedini mungkin🙂

  3. Dyah Sujiati says:

    Pernah denger/baca -tapi lupa di mana- : orang paling cerdas adalah yang paling sering mengingat mati. Mungkin itu udah semacam kelakar dari Allah/rasul kali ya biar kita siap kapan pun Dia panggil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s