Bismillahirrahmanirrahiim..
wpid-IMG_20131130_115542.jpgMenjadi orang tua, khususnya ibu adalah cita-cita yang terpendam dalam hidup saya. Entahlah, saya begitu menyukai dunia anak dengan kepolosan, termasuk emosi yang tersirat di wajah mereka. Dari cita-cita itulah, sebelum saya menjadi seorang ibu, alangkah baiknya mempersiapkan ilmu parenting sedini mungkin. Tak ada kata terlambat u/ usaha belajar ilmu yang baru. Apalagi kalau itu berbau tentang parenting, seni mendidik anak dengan sepenuh cinta.

Akhir November ini, saya berkesempatan menghadiri undangan dari PKPU tentang seminar parenting yang diadakan di gedung indosat, Simpang Lima, Semarang. Diisi oleh narasumber yang bergerak sebagai dokter yang memdalami ilmu pendidikan anak. Beliau bernama dr. Amir Zuhdi. Contact beliau: @amirzuhdi

Beberapa gangguan ketrampilan emosional dan sosial oleh anak, antara lain:

  1. Mudah resah dan kesepian.
  2. Minder/ murung (tidak bersemangat).
  3. Mudah marah.
  4. Tidak mampu mengendalikan keinginan.
  5. Tidak patuh pada aturan.

WHAT WOULD YOU DO?

Apakah kita akan MENYANGKAL? MENGALIHKAN? MEMBIARKAN? ATAU MELATIH??

Berikut adalah sikap yang disarankan:

*Building Consulted (Membangun Konsultasi): -connected-discovery-educated

*Coaching Process (Melatih Anak): trust-listening-give golden question (4W+1H without Why)

*Emotion Flower (Mengenal Emosi) –> mulut bisa mendustai, namun mimik wajah tak bisa menyembunyikannya.

Sebagai orang tua, kita juga berperan sebagai pelatih emosi anak:

a) Menyadari adanya emosi anak

b) Mengakui emosi

c) Mendengarkan dengan simpati

d) Meneguhkan/ menghargai emosi anak

e) Memberikan nama (label) emosi anak

f) Menentukan batas-batas sambil membantu anak memecahkan masalah.

===> STUDI KASUS:  Ibu perkerja yang meninggalkan anaknya di rumah orang tua, terdesak berangkat meeting kantor, beliau selaku atasan kantor sekaligus single parents, sedang kesusahan menghadapi anaknya yang rewel agar sang Ibu tak pergi ke kantor. Nah, lho…

Eits, dr. Amir menjelaskan persamaan unik; ucapan maaf adalah simboyan cinta🙂 Apakah definisi cinta selalu memenuhi hasrat seorang anak semata tanpa melihat bahwa bentuk ‘penolakan secara halus’ adalah suatu bentuk rasa mencintai seorang anak agar tidak terlalu manja?

Don’t educate your child to be rich. Educate him to be happy, so when he grows up he’ll khow the value of thing, not the price.

Epilog dr. Amir begitu manis dan membekas di hati saya, meski saya datang terlambat di akhir acara.

Alhamdulillah, masih mendapatkan ilmu parenting di sini🙂

Thank’s buat Mbak Kikim atas undangannya… Jazakillah khairan katsiran

 

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s