image

Dokumen An. Altitude 3676 Takhta Mahameru

Judul buku            : Altitude 3676, Takhta Mahameru

Penulis                  : Azzura Dayana

Penerbit                 : Indiva

ISBN                       : 978-602-8277-92-1

Tebal halaman       : 416 cm

Ukuran                      : 20 cm

Harga                         : Rp 59.000

Berawal dari pertemuan Faras dengan Mareta di kompleks Candi Borobodur, kemudian menelusuri jejak Raja Ikhsan di Tanjung Bira hingga Semeru. Ketiga tokoh tersebut menjadi sudut pandang cerita yang dikemas apik oleh Azzura Dayana, penulis novel Altitude 3676. Masing-masing tokoh dideskripsikan dengan jelas. Faras, seorang gadis desa Ranu Pane yang ramah, baik terhadap siapa saja, termasuk kepada sosok pendendam Raja Ikhsan. Mareta, sang petualang (backpacker) dari Jakarta ternyata memiliki panggilan khusus terhadap Raja Ikhsan yaitu monster. Ada apa hubungan antara Faras, Mareta, dan Raja Ikhsan? Mengapa Faras bersikeras mengejar jejak Raja Ikhsan?

Selain mereka, muncul tokoh yang bernama Fikri. Ketua tim pendaki Gunung Semeru ini memiliki hikayat hidup yang penuh pengorbanan. Meski memiliki sifat berlainan dari Raja Ikhsan, mereka bisa bersahabat hingga menaklukkan gunung Semeru yang berketinggian 3676 di atas permukaan air laut. Pendakian gunung hampir dilakukan setiap tahun sebagai ritual memperingati kemerdekaan RI. Dari pendakian itulah, mereka mengenal sosok Faras, sebagai putri awan yang hatinya bersih bak malaikat.

Pencarian tentang makna hidup, perjuangan untuk menghilangkan rasa dendam, pengabdian terhadap orang tua, serta pengenalan terhadap Sang Pencipta, menjadi kunci hikmah yang terdapat di dalam novel. Bait-bait syair, lagu, kata-kata bertenaga dan kepingan hadits yang terselip menjadi renungan tersendiri bagi pembaca.

Dari Abu Abbas, Rasulullah bersabda: ‘Jagalah Allah, niscaya engkau akan bersama-Nya. Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Ia mengenalimu di waktu susah. Ketahuilah bahwa segala perbuatan salahmu belum tentu mencelakaimu dan musibah yang menimpamu belum tentu akibat kesalahanmu. Ketahuilah bahwa kemenangan berserta kesabaran, kebahagiaan berserta kedukaan, dan setiap kesulitan ada kemudahan.” (Di Bawah Purnama – 107)

“Kata Kahlil Gibran, arti penting manusia adalah bukan pada yang dia raih, melainkan lebih pada apa yang ingin dia raih.” (Putri Awan – 93)

“Sesuatu yang kita cintai, tapi sempat hilang lama dari hidup kita, pastilah bahagia dan haru-birunya tak terhingga ketika sesuatu itu kita saksikan kembali. (Mahakarya – 194).

Ada konflik batin dan fisik yang diceritakan oleh masing-masing sudut pandang tokoh dari sisi berbeda. Hal ini memudahkan para pembaca seperti saya, untuk mengetahui isi hati dari masing-masing tokoh. Kesalahan tata bahasa cetakan pertama dari novel ini tidak ditemukan sedikitpun. Perjalanan alur maju-mundur, tidak menjadi sebuah kebingungan. Kekurangannya, deskripsi latar cerita menjadi hal subjektif yang tidak bisa berkembang luas.

Novel berketebalan 416 halaman ini bukan hanya menyajikan keindahan dua danau cantik di Semeru: Ranu Pane dan Ranu Kumbolo, melainkan juga pesona kearifan lokal di daerah Celebes, kemegahan pinisi di Bulukumba, dan keindahan Tanjung Bira di Provinsi Sulawesi Selatan. Wow, begitu banyak situs wisata nusantara yang belum saya jelajahi.

Mulai dari menyusuri pantai hingga mendaki gunung adalah bentuk tafakur alam kepada Sang Pencipta. Dari sini, muncul sebuah keberanian untuk mencari kebenaran, ketenangan, dan kebahagiaan. Seperti dalam novel 5 cm, novel ini bukanlah suatu cerita tentang perjalanan alam ‘biasa’, namun lebih dari itu, yaitu perjalanan hati seorang manusia untuk mengenal Tuhannya dengan baik.

“Kamu bisa jelaskan padaku sebelas alasan kenapa aku harus shalat?” (Pendekatan – 24)

Takhta Mahameru. Di tempat tertinggi pulau Jawa tersebut, Raja Ikhsan akan menemukan selaksa alasan kenapa ia harus shalat, cara move on dan menghilangkan rasa dendam kesumat kepada Ayahnya. Ayat-ayat cinta dari Al A’raf akan menjadi cahaya di jiwanya.

*) Resensi ini diikutkan dalam lomba resensi buku penerbit Indiva, link: www.indivamediakreasi.com

Lomba Resensi - Indiva

Lomba Resensi – Indiva

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

4 responses »

  1. mhilal says:

    Wah, yang ini belum saya baca. Malahan baru tahu kalau ada novel ini. Sepertinya menarik nih.
    Btw, sukses kompetisinya ya🙂

  2. thunderbolt1 says:

    Assalamualaikum an,
    Bagus resensinya…
    Ohya, saya kok gak melihat dlm resensi ini terbitan dan tahun berapa buku diterbitkan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s