Seperempat Abad Usia

Catatan Semangat Pagi
http://aniamaharani.blogspot.com/2014/02/salam-hangat-dari-kepayang-rupat-dan.html?m=1

Ayah.. Jam delapan malam sudah berdentang. Malam-malam berlalu amat cepat sehingga aku tak bisa menikmati pergantian usia bersamamu di pulau asing ini. Pulau yang kaya tambang timah namun miskin akan produksi makanan pokoknya.. yap, segala sesuatu memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Seperti sifat manusia yang tak bisa terlepas dari kesalahan. Semoga dengan berkurangnya usia, aku bisa terus memperbaiki sikapku. Belajar dari kesalahan. Belajar tentang kesabaran. Belajar tentang keikhlasan.

Ayah tahu, di hari ini aku melihat sayap burung yang tersangkut di sayap pesawat saat perjalanan. Sungguh miris memang. Burung itu terkapar tak berdaya dan mati dalam kondisi yang menyakitkan. Setidaknya aku bisa mengambil pelajaran kehidupan dari peristiwa tersebut.

Siangnya, aku menelepon sahabat penaku di Waya. Mereka bilang kangen berat ma diriku, Yah. Yaa.. kehadiranku memang selalu dinantikan. Meski lewat sebuah suara, mereka cukup senang berkomunikasi denganku. Barusan aja aku mengirim permainan edukasi poli-poli, dan sejumlah makanan kecil untuk mereka. Mereka tampak senang sekali atas penyampaianku bahwa aku mengirim paket surat kembali. Hal yang lucu, saat aku bilang hari ini miladku dan aku tanya kapan ulang tahun mereka, ada yang lupa tanggal lahirnya. Do’a dari mereka membuatku terharu. Yaa, aku benar-benar bersyukur bisa berbagi kebahagiaan bersama mereka.

Malamnya, aku diajak berkeliling kuliner oleh Ibu Sugi ke dalam kota. Ibukota kepulauan Babel ini tak seramai Semarang. Maklumlah, jumlah penduduk hanya sekitar 1,3 juta. Kepulauan ini ternyata pemekaran dari Provinsi Sumsel. Baru terbentuk pada tahun 2001.

Dunia sempit rasanya, saat Ibu bercerita bahwa beliau berasal dari Garut. Jadi teringat kota kelahiranmu, Yah. Beliau kemudian bercerita panjang lebar, termasuk soal jodoh. Yaa.. Selalu mendebarkan kalau berdiskusi tentang hal ini, Yah.. Karena jodoh itu bersifat misteri, Allah selalu menyiapkan skenario terbaik, menyisipkan ujian dan nikmat dalam kehidupan manusia. Tinggal ikhtiar dari manusia yang ingin melaluinya dengan proses yang mulia atau tidak. Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk memiliki jodoh yang baik,kan, Yah? Semoga aku tak bosan untuk terus memperbaiki diri, memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik.

“If you’re believe, there will be a hope”_Asada Sensei. So, teruslah memupuk kebaikan, harapan dan berprasangka baik kepada Allah, Tuhan Yang Maha Baik

image

An Maharani Bluepen
23  Februari 2014

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

4 responses »

  1. Yeah right, if you’re believe, there will be a hope. Hope is the fuel of the ship of dreams. Without hope you can’t even get out of the harbor.

  2. Dyah Sujiati says:

    Harapan adalah bentuk dari keimanan. Dan berproses untuk mewujudkan harapan apa pun nanti hasilnya adalah bentuk dari ibadah.

    Semoga jodohnya semakin dekat dan dimudahkan untuk ketemu. Amin😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s