بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Hampir setiap hari, berita negatif bermunculan di TV menjadi bahan obrolan di kantor. Sebut saja pembunuhan, pelecehan seksual, pemerkosaan, penganiayaan, perampokan, dsb. Telinga sudah cukup panas mendengar semua itu. Media seperti tidak kehabisan berita. Ada-ada saja berita baru yang muncul di permukaan. Belum lagi kasus pelecehan seksual anak selesai, muncul kasus pembunuhan ‘mantan pacar’ beraneka rupa. Lihat kasus ini di dunia maya (link). Kasus ini diulang seperti kaset saja. Peristiwa dengan pelaku yang berbeda dengan motif yang sama akibat ‘SAKIT HATI’.

Saya tidak berhenti bertanya mengapa korban sakit hati bisa berubah menjadi pelaku pembunuhan. Ada yang membunuh keluarga mantan pacar, membunuh mantan pacarnya dengan cara keji (di-setrum, disayat, di-cor (memakai bahan semen), dianiaya, diperlakukan semena-mena). Jujur, saya tidak tega menulis pembahasan seperti ini. Generasi muda yang dimabuk asmara lalu patah hati bisa melakukan hal-hal keji di luar akal sehat. Ya. Karena putus cinta, mereka nekat melakukan apa saja. Psikologi yang down karena tidak ada kekuatan di dalamnya, tidak ada Tuhan di hatinya (baca: keimanan). Ibarat hati yang sudah dikuasai oleh kegelapan, maka segala petunjuk kebenaran sudah tertutupi.

Kalau tubuh kita ibarat sebuah kerajaan dengan berbagai perangkatnya, maka hati kita adalah rajanya. Dialah yang akan mengendalikan semua yang terjadi di dalam kerajaan tubuh kita. Mata, tangan, lisan, kaki, pikiran, semuanya tunduk patuh di bawah perintah sang raja hati. Dengan begitu, kebaikan maupun keburukan dari tubuh kita tergantung oleh sang raja hati yang mengendalikannya. Rasulullah SAW menyampaikan dalam sebuah hadits:

“Sesungguhnya di dalam jasad manusia ada segumpal darah, apabila dia berfungsi baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan apabila rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal darah itu adalah Qalbu (hati).” (HR Muslim)

Hati adalah titik sentral yang menggerakkan perbuatan manusia yang cenderung pada kebaikan dan keburukan. Di dalam hati kita, terhimpun perasaan moral, hal yang baik atau buruk, serta berbagai keputusan yang harus dipertanggung-jawabkan secara sadar maupun tidak sadar. Dengan demikian, kualitas hati seseorang akan menentukan kualitas diri seseorang. Karena segala hal yang bermuara di hati, akan terimplementasikan ke dalam perbuatan kita.

Pada dasarnya, hati manusia dibagi menjadi tiga jenis: qalbun salim (hati yang selamat), qalbun maridh (hati yang sakit), dan qalbun mayyit (hati yang mati). Termasuk manakah hati kita?

Qalbun Salim

Seseorang yang hatinya tertata baik, tak pernah merasa gelisah, tak pernah bermuram durja, atau bahasa gaulnya tak pernah galau gitu, deh. Hatinya bisa terkontrol dengan baik dalam kondisi senang maupun duka. Hatinya akan selalu mengingat keberadaan Allah, senantiasa berada di jalan kebaikan.

Ar Ra’du ayat 27 – 28

13:27
Sahih International

And those who disbelieved say, “Why has a sign not been sent down to him from his Lord?” Say, [O Muhammad], “Indeed, Allah leaves astray whom He wills and guides to Himself whoever turns back [to Him] –

13:28
Sahih International

Those who have believed and whose hearts are assured by the remembrance of Allah . Unquestionably, by the remembrance of Allah hearts are assured.”

Qalbun Maridh

Hati yang sakit berarti masih terkandung penyakit di dalamnya. Orang yang memiliki hati yang sakit cenderung terjebak dalam kemaksiatan. Hatinya diliputi oleh ketidaktentraman karena pertentangan batin. Ada pertentangan antara nilai kebaikan dan keburukan. Pertentangan antara haq dan batil. Kedua kutub itu saling bertentangan, terkadang sisi kebaikanlah yang meliputi hatinya namun terkadang sisi keburukan yang mendominasi dirinya. Orang yang berhati sakit perlu segera menyadari sakitnya agar tidak semakin parah dan akhirnya hati mati, keras, dan membatu.

Jika orang yang berhati sakit ini tidak segera sadar tidak mau mengobati sakitnya, maka Allah akan semakin menambah sakitnya sebagaimana dilakukan Allah kepada orang-orang munafik,

Al Baqarah ayat 10

2:10
Sahih International

In their hearts is disease, so Allah has increased their disease; and for them is a painful punishment because they [habitually] used to lie.

Dalam hidup, manusia akan menghadapi stress atau tekanan-tekanan. Sakit hati dapat dikategorikan sebagai salah satu tekanan. Ada empat tipe mayor stress yang terdiri dari frustration (frustasi), conflict (konflik), change (perubahan), dan pressure (tekanan).  Dengan memahami masing-masing tipologi stress, setidaknya dapat berhati-hati menyikapi hubungan cinta yang serius termasuk ancaman patah hati.

Qalbun Mayyit

Hmm.. Semoga kita terhindar dari jenis hati yang sudah mati ini. Hati yang kondisinya sudah kusam. Ia tampak resah dan gelisah. Hatinya dikotori dengan buruk sangka, dendam kesumat, mudah tersinggung, sehingga mendorong hawa nafsu untuk membunuh. Naudzubillahmindzalik. Semoga kita terhindar dari hati yang mati ini. Hati yang sukar menerima cahaya karena kegelapan di dalamnya. Orang yang demikian hatinya telah membatu. Ia tak lagi dapat menerima kebenaran. Allah telah mengunci mati dan menutup rapat hidayah di hatinya.

An Nahl ayat 108

16:108
Sahih International

Those are the ones over whose hearts and hearing and vision Allah has sealed, and it is those who are the heedless.

Ada banyak buku yang mengutip tips-tips obat Hati. Bahkan, dalam nyanyian religi-pun, Opick menciptakan lagu ‘Obat Hati.’

Obat hati ada lima perkaranya. Yang pertama Baca Qur’an dan maknanya. Yang kedua shalat malam dirikanlah. Yang ketiga berkumpulah dengan orang shalih. Yang keempat perbanyaklah berpuasa. Yang kelima dzikir malam perpanjanglah. Salah satunya siapa bisa menjalani, moga-moga Gusti Allah mencukupi.

An Maharani Bluepen

(diliput dari berbagai referensi buku dan online)

Kitab Cinta dan Patah Hati oleh Sinta Yudisia

Manajemen Qalbu dalam mentoring book

01 Mei 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s