Bismillahirrahmanirrahiim..

Aktivitas Minggu pagi ~25/05/2014~yang penuh berkah, Alhamdulillah.. Pagi-pagi sudah mendapatkan siraman ruhani dari Umi Pipik, isteri dari almarhum Ust. Uje. Semula, An tidak tahu bahwa Umi Pipik itu siapa, baru tahu pas tiba di tempat acara #ged.wanita Prov. Jateng.


An pun ikut kajian pagi ini lantaran diajak temen, namanya mbk Sabrika. Kami berkenalan pas kajian di Wisata Hati tahun lalu, tukar-menukar alamat blog, kemudian chatting di G plus. Hehe. Komunikasi sempat terputus dan baru tersambung pekan lalu lewat G plus. Alhamdulillah, mbk Sabrika sekarang sudah menikah, sedangkan An masih menikmati masa single😀 Kami berjanjian ketemu lagi di kajian wisata hati di gedung wanita ini. Namun sayang, An belum berkesempatan ketemu muslimah entrepreneur tersebut. Yup, mbk Sabrika adalah muslimah entrepreneur cantik yang sekarang merintis usaha kuliner di kawasan Tembalang bersama suaminya ♥

Okee.. Supaya bermanfaat, An sharing kajian kemarin, yaa.. An tulis kajian pokoknya sajaaa. Maklum, ini ngetik pake Hp, jadi kurang terampil dibandingkan pake laptop yang bisa 8 jari😀

Tema yang diangkat adalah “Berhijab Istimewa di Hadapan Allah” namun tema yang dibahas adalah seputar Isra’ Mi’raj. As we know, Isra’ Mi’raj jatuh pada bulan Rajab. Kita akan diingatkan kembali pada essensial shalat, bukan sebagai rutinitas belaka..

Sebelum masuk materi, Umi Pipik mengajak para hadirin untuk bershalawat. Nah, An baru paham bahwa anjuran bershalawat itu tercantum dalam Al Alqur’an.. QS 33 : 56
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Mengapa kita bershalawat? Bershalawat itu bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW. Masih ingatkah kita, detik-detik terakhir dalam kematiannya, Rasulullah menyebut nama umatnya sebanyak tiga kali, memikirkan kondisi umatnya saat sakaratul maut yang cukup menyakitkan.

Siapa yang menjamin pagi ini kita masih menghirup udara segar, sore hari nafas kita s/d tenggorokan? Yaa.. Tak ada yang tahu kapan kita meninggal, dengan cara bagaimana, apakah berakhir dengan khusnul atau su’ul khotimah..

Apa-apa yang ada di diri kita, semuanya milik Allah. Bahkan kedipan mata yang terlihat sepele, semuanya diatur oleh Allah. Bayangkan saja, ketika sehari mata kita tak berkedip, alangkah menderitanya penglihatan kita. Saat kita kehilangan, apapun itu bentuknya, kita bisa belajar dari tukang parkir. Yaa. Dari tukang parkir, kita bisa belajar bahwa apa-apa yang ada di diri kita hanyalah titipan dari Allah. Kita tak perlu bersedih apabila kehilangan harta atau orang-orang yang kita sayangi. Semuanya akan kembali kepada Allah SWT. Innalillahi wa inna ilaihi ra’jiun..

Maka, patutkah kita mengeluh atas semua cobaan yang diberikan Allah? Padahal, sesungguhnya cobaan itu adalah bukti tanda cinta kepada hamba-Nya. Keimanan kita akan diuji. Kesabaran kita akan diukur. Sudah sepantasnya kita bersyukur atas semua yang terjadi. Bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur, justru bersyukur bisa membuat kita bahagia meskipun dalam kondisi duka. Ingat, Allah mengingatkan dalam QS Ar Rahman sebanyak 31 kali: ‘Maka Nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?'”
Kita tak perlu menjadi pribadi yang suka SMS:
Susah Melihat orang Senang
Senang Melihat orang Susah

Sebagai wanita, memang kita perlu mewaspadai bahaya lisan. Tanpa sadar, kita suka membuka aib orang lain, padahal Allah menutup aib kita. Apabila ada orang lain yang membicarakan kita, maka anggap saja itu sebagai transfer pahala buat kita. Nah, kalau kita sering menggunjing orang lain, berarti kita mentransfer pahala ke orang lain, selain memakan sebongkah daging.

Ingat, Rasulullah mengajarkan kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Jika hubungan kita dengan manusia sudah baik, maka hubungan kita dengan Allah akan ikut terjaga. Yap, keduanya harus seimbang. Sebelum kita mengenal Allah, kita harus mengenal diri sendiri dulu. Apakah kita sudah terbebas dari penyakit hati?

Bulan Rajab adalah bulan istimewa karena ada peristiwa Isra’ Mi’raj di dalamnya. Perintah shalat yang dulunya 50 waktu dipangkas menjadi 5 waktu. Namun demikian, masih ada yang bermalas-malasan, menunda-nunda waktu shalat, menyepelekan adzan, bahkan meninggalkannya t-t. Dalam QS Al Mu’minun ayat 1-2 serta 9 disebutkan bahwa ciri-ciri orang mukmin yang beruntung adalah mampu menjaga shalatnya..

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,
وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.

Tujuan utama kita shalat adalah menghindari diri dari perbuatan keji dan mungkar. Apabila kita masih berbuat maksiat, kejahatan apapun itu bentuknya, maka kita belum bisa menjaga shalat.. hal ini tercermin dalam QS Al Ankabut ayat 45:
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ummi Pipik menguraikan perilaku yang menjaga shalat, antara lain:
1. Sabar
Sabar itu kendaraannya orang beriman. Sabar itu nikmat dan bisa mengantarkan seseorang ke gerbang selamat. Apa sih makna dari sabar itu? Sabar adalah MENAHAN DIRI dari dorongan hawa nafsu. Sabar itu tidak ada batasnya, sampai sakaratul maut kita mampu mengucapkan kalimat tahlil dengan sempurna. Saat kita sudah sabar, maka akan muncul rasa:
2. Syukur
3. Ikhlas
4. Tawakal
5. Ridho
6. Istiqomah

Beribadah itu maknanya luas; beribadah yang ikhlas karena Allah atau beribadah dengan pamrih. Pamrih di sini maksudnya sesuatu yang dituju itu pahalanya dulu, bukan fokus ke Allah SWT. Saran Ummi Pipik, “Cari kenikmatan saat kita beribadah, entah saat shalat, atau sedang tawaf mengelilingi ka’bah. Temukan Allah bersama kita”. Semoga usia kita penuh keberkahan dengan panjang ibadahnya, mampu menjadi insan bermanfaat.
image

An Maharani Bluepen
25 Mei 2014

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s