image

#pemilu pertama 1955, Pict diambil di museum Monas Jakarta (08 Juni 2014)

Perseturuan antara dua kubu semakin memanas. Antara Pak JKW dan Pak PBW. Sejauh manakah kita mengenal kedua calon presiden tersebut s/d berani bela-belain sepenuh raga dan jiwa? Yup. Perang sosmed tentang pilpres sudah membabi buta. Banyak pro dan kontra. Isu-isu, kabar burung, atau opini-opini yang bahkan dijadikan bahan lelucon tentang identitas capres-pun bermunculan. Sangat sulit mempercayai media saat ini karena mereka sudah tak lagi netral, memihak salah satu capres.

Saya yang belum mengenal baik tentang kedua Capres tidak bisa men-judge kalau Capres itu baik atau Capres lain buruk. Ketika pilihan sudah mentok pada dua nama Capres tersebut, hati saya benar-benar galau memilihnya. Ibarat memilih pasangan hidup, apakah saya harus shalat istikharah terlebih dahulu untuk memantapkan hati? Saya harus memilih salah satu terbaik dari yang terburuk. Saya harus memilih dari salah satu yang kemudharatannya lebih kecil.

Allah Yang Maha Mengetahui. Sebelum menetapkan pilihan, memang perlu berkomunikasi dengan Allah. Supaya tidak ada lagi keraguan. Supaya muncul kemantapan hati. Pertimbangan saya: berkomunikasi Allah dulu, baru mendengarkan pendapat orang-orang yang berilmu dan mumpuni. Ada peristiwa yang memantapkan pilihan saya, dan membuat saya semakin percaya dengan shalat istikharah ini.
image

#do’a shalat istikharah diambil dari buku “Tak Kenal Maka Ta’aruf”

Semoga negeri Indonesia dipimpin oleh orang-orang yang beramanah sehingga tercipta kesejahteraan, ketertiban, dan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan bagi golongan tertentu.

An Maharani Bluepen

28 Juni 2014

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

4 responses »

  1. Dyah Sujiati says:

    Istikharah itu kalau di antara dua pilihan yang sulit. Beda tipis baik dan buruknya.
    Tapi kalau sekarang kayaknya pilihan udah jelas mana baik main nama buruk.
    Wallahualam.

  2. “Antara Pak JK dan Pak PBW.”
    Koreksi: mestinya “Antara Pak JW dan Pak PBW”🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s