Tenagy. Panggil saja namanya dengan Agy. Nama sahabatku ini memang super unik, seunik orangnya, selucu wajahnya🙂 Satu suku kata dari namanya ternyata memiliki makna yang sederhana, namun berharga baginya. Ten berasal dari bahasa Inggris, yang artinya angka sepuluh. Agy berasal dari bulan Agustus. Jadi, namanya mewakili tanggal lahirnya, 10 Agustus. Sebuah tanggal yang mudah diingat bagiku. Alhamdulillah, aku bisa melewati waktu pergantian usia seperempat abadnya di rumahku. Dia yang silaturahiim ke tempatku, sekaligus menengok Ibuku. Kami kemudian melepas rindu, seperti sudah tidak bertemu sewindu lamanya. 

Agy adalah sahabat karibku sejak empat belas tahun lalu. Yaaa… Aku mengenalnya saat menginjak kelas lima SD (kalau tidak salah), kemudian mulai akrab sejak SMP, saat aku sekelas bersamanya. Kami memiliki banyak kesamaan, antara lain suka membaca buku, terutama membaca komik. Hehe. Aku mengenal anime karenanya. Aku menyukai dunia Jepang karenanya. Aku menyukai kepolosan dan kejujuran darinya. Dia sahabat yang paling mengerti watakku. Saat aku marah. Saat aku tertawa. Saat aku sedih. Saat aku kecewa. Dia adalah pendengar yang baik. Saat teman-teman mengganggapku sebagai teman yang aneh, dia tetap merangkulku sebagai teman dekat. Saat aku kesulitan menghadapi PR dan ulangan yang sulit, dia mau belajar bersamaku, bahkan mencari guru privat. Saat aku terbata-bata mempelajari komputer dan perangkatnya, dia mau mengajariku setulus hati. Aku sangat tertolong berkat pinjaman komputernya. Dia tak pernah menolak permintaanku untuk main ke rumahnya, belajar komputer.

Agy. Tak ada kata yang bisa mendeskripsikan kebaikanmu kepadaku. Aku benar-benar kehilangan kata. Engkau sungguh memberikan kebahagiaan yang berarti. Aku mungkin pernah membuatmu kecewa, tapi engkau tak pernah mengatakannya. Aku mungkin pernah membuatmu tersinggung, tapi engkau selalu tersenyum atas segala lisanku. Aku mungkin pernah membuatmu kewalahan karena permintaanku, tapi engkau selalu mengerti dan memberi. Aku mungkin menjauh darimu, saat kau membutuhkanku sebagai teman. Aku tahu kau hidup di sana kesepian. Hanya beberapa orang Indonesia saja yang mungkin kau jadikan sahabat. Aku jarang menyapamu. Aku takut mengganggu aktivitasmu. Tapi, kau selalu merespon terhadap segala pesan dariku, baik yang kukirim dari WA maupun Line, dalam kesibukan apapun itu. Kau sangat jarang mengeluh kepadaku. Kau tak pernah menceritakan segala kepenatanmu selama belajar di negeri Sakura itu. Kau menyembunyikan rasa sakitmu. Kau hanya menceritakan kondisi musim dingin yang membeku. Lalu kau memberikan video musim dingin di sana atas permintaanku. Aku belum pernah melihat hujan salju secara langsung. Yang aku kira itu sebagai pemandangan indah, kau anggap sebagai penderitaan karena adaptasi berada di dalam suhu minus.

Agy. Kau mengajariku tentang kegigihan, dan keberanian dalam bermimpi. Aku tahu perjuanganmu untuk bersekolah di UT (http://www.u-tokyo.ac.jp/en/) bukanlah mimpi kosong. Kau berjuang sekuat tenaga dan pikiran selepas lulus dari UGM dan berhasil mewujudkan mimpimu bersekolah di sana. Aku ingat, kau pernah menunjukkan universitas impianmu itu. Hal yang tak mungkin bisa menjadi mungkin karena kehendak-Nya. Kau pantang menyerah untuk bisa membuktikannya. Memberikan penghargaan dan prestasi terbaik kepada kedua orang tuamu, khususnya kepada almarhumah Ibumu. Aku benar-benar salut, Gy. Pipiku mulai basah kalau mengingat perjuanganmu itu. Pengorbanan yang dikeluarkan sangatlah besar, mengingat engkau sebagai kakak sulung dari tiga bersaudara. Sungguh, tak mudah melepaskan adik-adikmu yang masih membutuhkan sosokmu di rumah, kan?

Agy. Allah Maha Baik, yaa. Kita tidak mungkin dipertemukan kalau bukan untuk persahabatan ini, rasa persaudaraan ini. Aku anggap kamu lebih sekedar dari sahabat. Lebih dari itu, Gy. Sampai nenek-pun, aku akan selalu mengingatmu, selalu mendo’akan agar persahabatan kita terjalin sampai kita berjumpa di jannah-Nya. Kau mau, kan, Gy, jadi teman setiaku? Teman kecil yang selalu ada untukmu. Kamu adalah bintang terangku di langit malam. Aku adalah bulan yang selalu menemanimu. Kita akan selalu bersama meski jarak dan waktu memisahkan.

Ingatlah aku dalam do’a-do’amu. Kita akan saling mendo’akan. Kita akan saling menguatkan. Aku berharap bisa mengunjungimu di sana, bermain sepuas-puasnya. Hehehe..

An Maharani Bluepen

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

3 responses »

  1. Dyah Sujiati says:

    Oh jadi Tenagy itu indonesia ya?
    Ternyata namanya yang ‘mengarah’ ke Jepang beneran membawanya ke sana ya.

  2. Aamiin.
    Semoga bisa makan malam bareng sahabatmu, Tenagy, di izakaya, menikmati mie ramen yang hangat-hangat panas.

    *izakaya = semacam pujasera

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s