8 Oktober 2008.

Yap. Tanggal cantik yang terekam di timeline yang kini menjadi kenangan. Saat aku mengenal sistemmu, aku langsung jatuh cinta. Jaringanmu mampu menghubungkan teman dunia nyataku yang sudah hilang jejaknya. Aih, dunia menjadi sempit rasanya. Seperti bola salju, dari teman yang satu bisa mengenal teman yang lain. Aku menemukan sosok-sosok hebat di antaranya. Aku menemukan profil penulis yang aku kagumi. Bahkan, Aku menemukan teman baru yang kini menjadi sahabatku🙂

status terakhir (15/09)

status terakhir (15/09)

Fasilitasmu menjadi berkembang pesat hanya dalam setahun. Semakin meluas hingga merambat segala usia. Tak mengenal siapa golongan tua ataupun muda. Semuanya hampir memanfaatkanmu untuk kepentingan tertentu. Bahkan, aku sempat kecanduan untuk memakaimu. Setiap hari, setiap jam aku selalu memeriksa status milikku. Apakah ada umpan balik? Apakah ada komentar? Ah, rasanya tidak pantas mencari perhatian di beranda milikmu. Aku memasang status bukan untuk tujuan ‘caper’ itu. Aku hanya perlu memancarkan semangat dari jiwaku yang lesu. Maka dari itu, aku jarang memasang status yang berisi keluhan, cacian, atau umpatan yang mendeskripsikan diriku tak baik-baik saja. Bukan berarti, aku bersikap ‘naif’, menyembunyikan segala perasaan yang negatif. BUKAN. Bukan itu maksudku. Aku hanya ingin mereka tahu, aku baik-baik saja. Meski harus jatuh dan terluka, mereka tak perlu tahu itu semua. Apa keuntungan mereka saat mengetahui kondisi burukku? Mengacuhkanku? Atau pura-pura mempedulikanku? Maka dari itu, tak ada gunanya memasang status negatif di beranda milikmu. Cukup kata-kata semangat yang membuat jiwaku sendiri semakin kuat.

Semenjak itu, aku berniat untuk menjadikanmu sebagai tong sampah yang bermanfaat. Banyak ilmu yang aku serap dari beberapa narasumber. Ilmu mereka langsung aku catat dan jadikan pelajaran. Semenjak itu pula, aku semakin rajin menulis. Semula dari menulis notes-notesmu, kemudian berlanjut ke blog SP (Semangat Pagi) yang telah mati suri. Tak ragu, catatan-catatanku itu aku share ke beberapa teman dan banyak pula yang meresponnya. Aku semakin senang. Aku semakin merasa catatanku ada manfaatnya. Aku-pun memiliki target menulis dalam setiap bulannya. Kemudian, aku memiliki mimpi untuk menjadi penulis yang bermanfaat dalam hidupnya🙂

Alhamdulillah, selama menjalin komunikasi dengan teman-teman dunia maya, aku tak pernah ketemuan dengan orang yang memiliki niat jahat. Bahkan, Allah memberikan kesempatan kepada kami untuk kopi darat, bertemu di dunia nyata. Mereka adalah teman-teman yang baik dan memiliki cerita kehidupan beragam. Aku bahagia bisa menjalani interaksi ukhuwah bersama mereka. Kebanyakan mereka dari luar Semarang, bahkan lintas provinsi hingga lintas negara. Ada yang dari Jakarta, Lampung, Bogor, Solo, Bandung, Yogya, Surabaya, Maluku, Makassar, Aceh, Medan, Pontianak, Jepang, Taiwan, Australia, Malaysia, dan mana lagi, yaa. Ada juga yang berlanjut melewati surat. Mereka kujadikan juga sebagai sahabat pena🙂

123 notes

559 photo

2628 friends

Sebelum lima tahun berlangsung, aku memutuskan untuk berhenti menjelajah jejaringmu. Aku merenungkan bahwa sebaiknya aku tak boleh berlarut-larut untuk terus berada continue di sana. Aku menemukan jejaring lain yang lebih nyaman menurutku. Jejaring yang bisa menjaga ikatan semakin kuat. Tak perlu memiliki teman yang banyak jika teman dekat ternyata justru dijauhkan. Oleh karena itu, aku ingin menghapusmu dari rangkaian jejakku di dunia maya. Aku masih memiliki ruang untuk berinteraksi dengan mereka. Dengan beberapa teman yang benar-benar menganggapku sebagai sahabat mereka bukan hanya di dunia maya, tetapi juga di dunia nyata.

Kau jangan marah, ya, jika aku melepaskanmu begitu saja..

Insya Allah, aku masih diriku yang dulu dan tak bosan memperbaiki diri tentunya..

fb An1

Kepadamu,

Facebook-ku🙂

Nama jejaring “Asagi Enpitsu” akan selalu terekam di blog ini dan termuat di akun tetangga (si burung kecil) ^^.

An Maharani Bluepen

08 Oktober 2013

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

4 responses »

  1. Luar biasa Mbak… saya tahu itu pasti keputusan yang berat sekali untuk mendeaktifkan Facebook. :’) Saya sendiri selalu kangen masa-masa SMA ketika hidup aman damai tenteram tanpa Facebook…. Tapi kalo sekarang mau deaktif pun masih belum bisa, karena masih banyak keperluan akademis di situ.😥

    Makasih banget atas tulisannya Mbak….🙂

  2. agustri says:

    keputusan berat. luar biasa. saya terkadang deactived tapi pada kesempatan lain harus kembali masuk. karena bangunan silaturahmi dengan teman terkadang melalui itu salah satunya. ambil positifnya saja buat saya.

    maturnuwun tulisannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s