Surat untuk Ayah

wpid-IMG_20131110_163642.jpg

Hujan masih membasahi bumi, tak bosan turun sepanjang hari, Yah. Cuaca dingin semakin menyelimuti kami di sini. Sakit mama belum reda, masih menahan nyeri di sepanjang tangan dan kaki. Komplikasi dislipidemia, hipertensi, dan radang otot masih merajai. Kami sudah mencoba alternatif akupuntur di dr. Iskandar. Sampai minggu ini, sudah terbilang tiga kali. Berulang kali dr. Iskandar menasehati mama agar senantiasa bersabar menahan sakitnya. Aku-pun kadang terlontar emosi, memaksa mama untuk bersabar. Di balik itu semua, bendungan air mataku akhirnya tumpah juga. Aku tak tega melihat mama kesakitan. Sungguh, kesabaranku benar-benar teruji.

Ayah, sedang apakah kau di sana? Aku yakin, kau pasti tak pernah mengalami rasa sakit lagi. Kau sudah tenang di sisi-Nya. Di bulan Januari 1991 kau telah tiada meninggalkan kami. Aku tak ingat bagaimana bentuk perasaanku saat itu. Aku masih kecil, usiaku belum genap dua tahun. Namun aku yakin, mama pasti sangat kehilanganmu. Aku kini menjadi tumpuan harapan dan kebahagiaan mama. Di masa single-ku, Aku merasa bersyukur masih diberi kesempatan untuk berbakti kepadanya. Masih berada di samping beliau, mendengarkan setiap obrolannya, dan menemaninya hingga kini. Aku berpikir segala upaya baktiku tak akan mampu membalas seluruh kebaikannya. Aku hanya mampu mendo’akan terbaik untuk kondisinya saat ini, Yah. Allah Tak Pernah Tidur, kan, Yah? Allah selalu mendengarkan do’a hambanya kapanpun itu.

Aku ingin mama ridho atas kondisinya saat ini. Di balik rasa sakitnya, semoga bisa menggugurkan dosa-dosa mama di masa lalu. Aku harus menguatkan mama dan tak boleh menangis di hadapannya. Maafkan aku yang bersifat lemah, Yah. Aku berpasrah untuk melewati fase ujian ini dengan sikap qana’ah.. Insya Allah, semoga aku bisa!

An Maharani Bluepen

23 Januari 2014

About An Maharani Bluepen

Penyuka biru langit dan purnama. Ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak :)

4 responses »

  1. Dyah Sujiati says:

    Bisa!

    Dan jangan tulis dikau anak durhaka. Kalimat itu doa lho .

  2. masya Allah…ibu masih sakit ya ukh? afwan jiddan kemarin ke jogja ga smpt mampir k semarang, ade juga sakit dsana. syafakillah ya buat ibu…semoga diberikan kesabaran dan berguguran dosa-dosa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s